Hikmah Pengorbanan dan Ujian Keimanan dalam Kisah Nabi Ibrahim

YahyaKhutbah Idul Adha1 hour ago6 Views

Oleh: Departemen Dakwah dan Pendidikan FKAM

Khutbah Pertama

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْاَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَة وَاَصِيْلاً

 لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمْنْ يَضْلُلُ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْد

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Idul Adha Rohimani wa Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan nikmat-Nya kepada kita. Tidak ada satu detik pun hidup yang kita jalani, kecuali pada saat itu ada nikmat Allah yang menyertai kita.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan kita, Nabi besar, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Seorang Nabi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

  وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

 “Tidaklah Saya (Allah) mengutusmu melainkan sebagai rahmatan lil ‘alamiin.”

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya taqwa. Karena ketaqwaan adalah bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.

            Allah Ta’ala berfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102).

 اللهُ أَكْبَرُاللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

 Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Idul Adha Rohimani wa Rahimakumullah.

Hari ini adalah hari yang agung. Hari yang dipenuhi dengan takbir, tahmid, dan pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hari Raya Idul Adha tidak pernah terpisahkan dari sejarah keluarga mulia Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Sebuah keluarga yang dibangun di atas iman, kesabaran, ketundukan, dan pengorbanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Idul Adha Rohimani wa Rahimakumullah.

Ada banyak hikmah dan pelajaran dari momentum Hari Raya Idul Adha yang dapat kita teladani dalam kehidupan kita. Di antaranya:

Pertama: Ujian keimanan adalah sebuah keniscayaan.

Allah menciptakan kehidupan dunia dengan berbagai keindahan dan kenikmatan sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

 زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ

“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, berupa wanita-wanita, anak-anak, dan harta yang banyak.” (QS. Ali ‘Imran: 14).

Semua manusia pasti akan diuji oleh Allah. Namun, besar kecilnya ujian tergantung kualitas keimanan seseorang kepada Allah. Maka, jangan sampai cinta kita kepada harta, pasangan, anak, jabatan, dan dunia mengalahkan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Jika seseorang sangat cinta kepada harta, maka Allah akan mengujinya melalui harta. Jika seseorang sangat cinta kepada keluarga, maka Allah akan mengujinya melalui keluarga.  

Sebagaimana Nabi Ibrahim juga diuji oleh Allah. Ketika bertahun-tahun Nabi Ibrahim tidak memiliki keturunan, beliau terus berdoa kepada Allah:

 رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang shaleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100).

Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, bahwa Nabi Ibrahim menanti sangat lama hingga akhirnya Allah mengaruniakan putra yang shaleh.

Allah Ta’ala berfirman:

 فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

“Maka Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan seorang anak yang sangat santun.” (QS. Ash-Shaffat: 101).

Namun, setelah Allah memberikan anak yang shaleh, Allah kembali menguji Nabi Ibrahim dengan perintah yang sangat berat. Allah Ta’ala berfirman:

 فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ

 “Ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu’.” (QS. Ash-Shaffat: 102).

Lalu Nabi Ismail menjawab dengan jawaban seorang anak yang shaleh:

 يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaa Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Pelajaran besar dari kisah ini adalah, taatlah tanpa banyak syarat. Patuhlah tanpa membantah terhadap syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pelajaran kedua: Hari Raya Idul Adha mengajarkan kepada kita tentang keikhlasan dalam beribadah.

Allah Ta’ala berfirman:

 لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

“Daging-daging hewan kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37).

Maka, hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi bagaimana hati kita dipenuhi ketaqwaan, keikhlasan, dan pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada menumpahkan darah hewan kurban.” (HR. At-Tirmidzi).

Karena itu, hendaknya ibadah kurban dilakukan dengan hati yang ikhlas, dari harta yang halal, serta diiringi rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Idul Adha Rohimani wa Rahimakumullah.

Pelajaran ketiga: Pentingnya doa dalam kehidupan.

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam termasuk nabi yang paling banyak diabadikan doanya di dalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa besar ketergantungan beliau kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara doa beliau:

  • Doa meminta keturunan yang shaleh:

 رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

 “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang shaleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100).

Allah kemudian mengabulkan doa beliau dengan lahirnya Nabi Ismail ‘Alaihissalam.

  • Kemudian doa agar negeri Makkah menjadi negeri yang aman:

 رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا

 “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman.” (QS. Ibrahim: 35).

  • Kemudian doa dijauhkan dari kesyirikan:

 وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.” (QS. Ibrahim: 35).

Hal ini menunjukkan, bahwa para nabi sangat takut terhadap syirik meskipun mereka manusia pilihan.

  • Kemudian doa agar ditetapkan mendirikan shalat:

 رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.” (QS. Ibrahim: 40).

  • Doa yang lain, memohon ampunan untuk diri, orang tua, dan kaum mukminin:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Ya Rabb kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang beriman pada hari ditegakkannya hisab.” (QS. Ibrahim: 41).

Dan masih banyak doa Nabi Ibrahim di dalam Al-Qur’an. Mengapa Allah mengabadikan begitu banyak doa Nabi Ibrahim? Karena Allah ingin mengajarkan kepada kita pentingnya bergantung dan berharap hanya kepada-Nya.

Padahal, Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah, namun beliau tetap banyak berdoa kepada Allah. Maka, kita lebih pantas lagi untuk memperbanyak doa kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda:

 مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

 “Barangsiapa tidak meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi).

Mengenai doa, Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata:

وَكَانَ بَعْضُ السَّلَفِ يَسْأَلُ اللَّهَ فِي صَلَاتِهِ كُلَّ حَوَائِجِهِ، حَتَّى مِلْحَ عَجِينِهِ وَعَلَفَ شَاتِهِ

“Dahulu sebagian ulama salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya seluruh kebutuhannya, sampai garam untuk adonannya dan makanan ternaknya.”

Karena itu, mari kita memperbanyak doa:

  • Untuk keluarga kita.
  • Untuk rezeki yang halal dan berkah.
  • Untuk kaum muslimin yang tertindas.
  • Untuk keselamatan dunia dan akhirat kita.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

 أَمَّا بَعْدُ،

 فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Idul Adha Rohimani wa Rahimakumullah.

Mari kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat ketaqwaan, dan meningkatkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan sampai semangat ibadah hanya hadir pada hari raya saja, tetapi juga hendaknya terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Ketahuilah, bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Allah Ta’ala berfirman:

 إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).

Mari kita didik keluarga kita dengan iman dan ketaatan, sebagaimana Nabi Ibrahim mendidik keluarganya di atas tauhid dan kepasrahan kepada Allah.

Perbanyaklah amal shaleh, menjaga shalat, memperbanyak sedekah, menghormati orang tua, dan mempererat persaudaraan sesama muslim.

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh harap dan keyakinan akan dikabulkannya doa-doa kita.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...