Menjaga Hati Saudaramu

YahyaKhutbah Jumat10 hours ago31 Views

Khutbah Pertama

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil’alamiin. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, atas segala limpahan nikmat yang diberikan kepada kita semua. Di antaranya berupa nikmat keislaman, keimanan, kesehatan, serta kesempatan, sehingga kita pun dapat mendatangi masjid ini untuk memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka melaksanakan sholat Jumat.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, shahabatnya, serta umatnya yang taat hingga akhir zaman.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian, untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. ‘Ali Imran: 102).

Bertaqwa bukan hanya ketika kita sendirian. Namun, juga bertaqwa ketika kita berada di tengah banyak manusia. Ketika ada perbedaan. Ketika ada kepentingan. Ketika ada kekecewaan.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Perubahan besar tidak selalu dimulai dari jumlah yang besar. Sering kali ia dimulai dari sedikit orang. Orang-orang yang sungguh-sungguh. Orang-orang yang bertahan. Orang-orang yang tidak mudah digoyahkan oleh keadaan. Karena itu, jangan berkecil hati ketika orang yang berjalan dalam kebaikan terasa sedikit. Sedikit bukan berarti lemah. Sedikit bukan berarti tidak berarti. Yang menentukan bukan semata-mata jumlah. Tetapi kualitas iman, keteguhan hati, dan kesetiaan pada kebenaran.

Dalam sebuah perjuangan, ada orang yang tetap berdiri ketika yang lain mulai lelah. Ada yang tetap bekerja ketika pujian tidak datang. Ada yang tetap menjaga amanah ketika tidak ada yang melihat. Mereka inilah yang menjadi penyangga sebuah kebaikan.

Namun, saudara-saudaraku, perjuangan tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Kadang ia melemah karena luka dari dalam. Karena bisikan. Karena kecurigaan. Karena percakapan yang tidak pernah dibawa ke forum terbuka.

Al-Qur’an mengingatkan kita tentang fenomena najwa, pembicaraan rahasia yang dapat menjadi jalan bagi keburukan. Di dalam Surah An-Nisa’ Ayat: 114, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan dari orang yang menyuruh bersedekah, berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa melakukan demikian karena mencari keridhoan Allah, kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa: 114).

Maka, masalahnya bukan sekadar berbicara empat mata. Masalahnya adalah untuk apa kita berbicara? Apakah untuk memperbaiki? Ataukah untuk merusak kepercayaan? Apakah untuk mencari solusi? Ataukah untuk menanamkan prasangka?

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Tidak ada suara keras. Tidak ada benturan. Tetapi semangat perlahan habis. Seseorang mulai merasa tidak dihargai. Lalu kecewa. Kemudian lelah. Kemudian bertanya dalam hati: Untuk apa saya bertahan?

Di titik itulah sebuah perjuangan dapat kalah. Bukan karena musuh berhasil menghancurkannya dari luar. Tetapi karena semangatnya telah dikalahkan dari dalam. Karena itu, menjaga suasana hati orang-orang yang berjuang dalam kebaikan bukan perkara sepele.

Saling menguatkan adalah bagian dari perjuangan. Menjaga lisan adalah bagian dari perjuangan. Menutup pintu fitnah adalah bagian dari perjuangan. Dan berani menyampaikan kritik secara jujur adalah bagian dari amanah.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Jangan menjadi pembawa pesan yang tidak kita yakini sendiri. Jangan menjadi corong bagi bisikan yang kita tidak berani sampaikan secara terbuka. Jika ada masalah, bicarakan. Jika ada kesalahan, perbaiki. Jika ada perbedaan, carikan jalan keluarnya. Jangan biarkan rumah kebaikan kita rusak karena kita terlalu sibuk memperluas rumah itu.

Sebuah komunitas dapat tumbuh ke luar. Tetapi ia juga harus dibersihkan ke dalam. Seperti rumah. Debu harus dibersihkan. Kebocoran harus diperbaiki. Retakan harus ditangani.

Demikian pula organisasi, jamaah, keluarga, dan komunitas kita. Jangan hanya bertanya, berapa banyak orang yang datang? Tanyakan juga, apakah orang-orang di dalamnya merasa aman? Apakah mereka dipercaya? Apakah mereka didengar? Apakah mereka dibimbing? Apakah kita saling menjaga kehormatan?

Maka, mari kita bangun ketahanan hati. Jangan mudah runtuh hanya karena label. Jangan mundur hanya karena komentar. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena tidak semua orang memahami kita. Tetapi kewaspadaan juga harus berjalan bersama dengan keadilan.

Jangan setiap perbedaan kita sebut sabotase. Jangan setiap kritik kita sebut fitnah. Jangan setiap orang yang berbeda pendapat kita curigai. Kita membutuhkan keberanian untuk memperbaiki. Dan kita membutuhkan kerendahan hati untuk menerima perbaikan.

Semoga Allah menjaga hati kita. Menjaga lisan kita. Menjaga persaudaraan kita. Dan menjaga api perjuangan dalam diri kita agar tetap menyala karena Allah. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا عِبَادَ اللَّهِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ أَهْلَ الْإِسْلَامِ، وَاحْفَظْ جَمَاعَاتِنَا وَمَسَاجِدَنَا وَمُجْتَمَعَاتِنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ، مِغْلَاقًا لِلشَّرِّ، وَاجْعَلْنَا سَبَبًا لِلْإِصْلَاحِ وَلَا تَجْعَلْنَا سَبَبًا لِلْفُرْقَةِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِدْقَ الْقَوْلِ، وَإِخْلَاصَ الْعَمَلِ، وَحُسْنَ الظَّنِّ، وَسَلَامَةَ الصَّدْرِ، وَقُوَّةَ الثَّبَاتِ عَلَى الْحَقِّ.

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْحَقَّ وَأَهْلَهُ، وَاخْذُلِ الْبَاطِلَ وَأَهْلَهُ، وَاجْعَلْ بِلَادَنَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...