Jaminan Islam akan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

YahyaKhutbah Jumat1 hour ago9 Views

Oleh: Muhammad Arsyad Al-Walialy

Khutbah Pertama

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil’alamiin. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, atas segala limpahan nikmat yang diberikan kepada kita semua. Di antaranya berupa nikmat keislaman, keimanan, kesehatan, serta kesempatan, sehingga kita pun dapat mendatangi masjid ini untuk memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka melaksanakan sholat Jumat.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, shahabatnya, serta umatnya yang taat hingga akhir zaman.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian, untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. ‘Ali Imran: 102).

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Hari-hari ini mungkin tidak sedikit dari kita bertanya-tanya, merenung mengenai apa yang sedang terjadi pada bumi ini? Kalau kita memperhatikan, skala kerusakan yang terjadi mulai sangat terasa kita rasakan. Yang hal ini, bisa jadi ini merupakan sinyal atau teguran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa ada pola yang salah tatkala manusia menjalani kehidupan.

Baru-baru ini kita menyaksikan, kebakaran hutan dengan intesitas besar yang terjadi di Kalimantan, yang sebelumnya ada bencana alam yang terjadi di NTT. Dan setahun sebelumnya, ada longsor yang terjadi di Aceh Tamiang. Sementara itu di sisi yang lain, ada ketidakpastian ekonomi, yangmana semakin hari kita merasakan tekanan hidup semakin banyak. Muncul akhirnya demo dengan intesitas yang lebih banyak. Tercatat pada tahun ini di mulai dari bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus, dan diprediksi ini akan terus berlanjut.

Jika kita melihat ini adalah fenomena alam yang datang karena faktor-faktor tertentu, atau fenomena yang biasa terjadi di masyarakat, maka itu boleh saja. Tetapi, jika hanya sebatas itu, maka kita telah melupakan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap alam ini.

Kejadian-kejadian ini menyisakan satu dari dua kemungkinan. Bisa jadi ia adalah ujian dan bisa jadi ia adalah hukuman. Jika ia adalah ujian, maka semoga Allah menolong kita keluar dari ujian ini. Namun, jika ia adalah hukuman, maka semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Adanya ketidakpastian dapat menjadikan manusia berada pada 2 keadaan. Pertama adalah kekhawatiran, sedang yang kedua adalah kesedihan. Begitulah tabiat manusia yang kadang dihantui oleh 2 hal tersebut. Manusia memang benar-benar lemah. Adapun seandainya ia menyerahkan urusannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya Allah akan menenangkan jiwanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَۗ

لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۗ لَا تَبْدِيْلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۗ

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Yunus: 62-64).

Dari ayat di atas kita bisa mengambil beberapa ibrah atau pelajaran. Di antaranya: Pertama: Semua manusia pasti akan merasakan yang namanya kegelisahan tatkala ia hidup di dunia. Gelisah akan masa lalunya yang suram sehingga tidak semangat untuk bangkit berusaha, juga gelisah dengan masa depannya, apa yang akan menimpa dan menjadi takdirnya. Sedih karena kehilangan harta dan pekerjaan, serta khawatir apa yang akan ia siapkan untuk masa depannya.

Hidup ini memang penuh dengan misteri. Tapi sunnatullah akan selalu mengalir. Ketetapan yang dibuat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk semua hamba-Nya akan tetap berlaku. Mau menerima atau tidak, cepat atau lambat, ia akan datang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا

“Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.” (QS. Al-Furqan: 2).

Barangsiapa yang marah dan tidak terima dengan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan marah kepadanya. Sebaliknya, barangsiapa yang ridho, maka Allah akan memberikan keridhoan-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sungguh besarnya balasan itu tergantung besarnya ujian. Dan sungguh Allah jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Maka barangsiapa yang ridho, maka baginya ridho Allah. Sedangkan barangsiapa yang tidak terima, maka baginya murka dari Allah.” (HR. Tirmidzi).

Terkadang kita sudah berusaha ikhlas menerima ketetapan, namun karena tekanannya sangat berat, tidak jarang dari manusia itu menyerah. Makanya, kita butuh bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mendekatkan diri kepada orang-orang yang dapat menghiasi jiwa kita dengan keimanan, yaitu para ulama pelita umat.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Pelajaran Kedua: Bahwa orang beriman seharusnya lebih kuat daripada selainnya. Karena mereka adalah wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat itu diberikan kepada orang-orang yang beriman. Apa yang menjadikan seseorang sangat takut dan sedih itu bisa hilang atau paling tidak berkurang, jika ia benar-benar yakin akan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, rasa itu akan membesar tatkala ukurannya adalah standar dari diri manusia yang lemah. Ia lupa semua mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنَّهُمْ يَرَوْنَهٗ بَعِيْدًاۙ

وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ

“Sungguh mereka melihat adzab itu sangat jauh sedang Kami melihatnya sangat dekat.” (QS. Al-Ma’arij: 6-7).

Jika dilihat dari kalkulasi manusia, maka kita mungkin akan berkata mustahil saya bisa menyelesaikan problem ini. Tapi menurut Allah Subhanahu wa Ta’ala, hal itu mudah. Maka, tatkala rasa itu menghantui pikiran, ingatlah kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas alam semesta ini.

Pelajaran Ketiga: Bisyaroh atau kabar gembira dari Allah Subhanahu wa Ta’ala itu berlaku untuk kita bukan hanya di akhirat nanti, melainkan juga di dunia ini. Hanya saja, semua kembali kepada ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ada yang Allah berikan kesempatan menikmati perhiasan dunia ini (sukses misalnya), namun ada juga yang Allah tunda dan memberikannya di akhirat nanti.

Seorang shahabat Khabab bin Art pernah berkata sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari di dalam shahihnya, bahwa di antara kami (para shahabat) ada yang Allah matikan sehingga ia tidak sempat menikmati bisyaroh di dunia, seperti Mus’ab bin Umair yang terbunuh pada peristiwa Uhud. Namun, di antara kami juga ada yang Allah berikan balasan ganjarannya tatkala masih di dunia berupa ghanimah/harta rampasan perang melawan pasukan kafir yang dzalim.

Imam Ibnu ‘Asyur berkata, “Dan di antara busyro atau kabar gembira adalah janji akan kemenangan muslimin melawan musuh-musuh mereka, dan keberhasilan mereka mendapatkan kekuasaan di dunia.” (Lihat Tafsir Ibnu ‘Asyur).

Adapun bisyaroh di akhirat adalah Syurga Allah Subhanahu wa Ta;ala, yang luasnya seperti luas langit dan bumi jika digabungkan.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Pelajaran Keempat: Bahwa Allah tidak akan menyelisihi janjinya. Janji akan memberikan ketenangan hidup di dunia dan di akhirat. Janji akan menolong mereka menghadapi berbagai persoalan yang menerpa kehidupan. Di dalam sebuah hadist disebutkan:

Telah menceritakan kepada kami (Muhammad bin Ubaid) telah menceritakan kepada kami (Isma’il) dari (Qais) dari (Khabbab) ia berkata, “Kami mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau berada di dekat Ka’bah dengan selimut musim dinginnya, kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah untuk kami dan mintalah tolong padanya!’

Maka wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berubah merah. Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh telah berlalu pada orang-orang sebelum kalian seorang yang digalikan lubang untuknya, lalu diletakkan gergaji di atas kepalanya hingga membelahnya, namun hal itu tidak merubah keyakinannya. Ada yang disisir dengan sisir besi panas hingga terkoyak dagingnya, namun itu tidak mengubah dari agamanya. Dan sungguh, benar-benar Allah Tabaaraka wa Ta’ala akan menyempunakan urusan (agama) ini hingga ada seorang pengendara berjalan dari Shan’a menuju Hadarmaut dalam keadaan tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau khawatir kambingnya akan dimakan serigala. Akan tetapi kalian terburu-buru’.”

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Ujian memang kadang berat. Oleh karena itu, mintalah pertolongan kepada Allah dengan jujur, niscaya Allah akan menolong kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا عِبَادَ اللَّهِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ أَهْلَ الْإِسْلَامِ، وَاحْفَظْ جَمَاعَاتِنَا وَمَسَاجِدَنَا وَمُجْتَمَعَاتِنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ، مِغْلَاقًا لِلشَّرِّ، وَاجْعَلْنَا سَبَبًا لِلْإِصْلَاحِ وَلَا تَجْعَلْنَا سَبَبًا لِلْفُرْقَةِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِدْقَ الْقَوْلِ، وَإِخْلَاصَ الْعَمَلِ، وَحُسْنَ الظَّنِّ، وَسَلَامَةَ الصَّدْرِ، وَقُوَّةَ الثَّبَاتِ عَلَى الْحَقِّ.

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْحَقَّ وَأَهْلَهُ، وَاخْذُلِ الْبَاطِلَ وَأَهْلَهُ، وَاجْعَلْ بِلَادَنَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...