Dakwah di Era Digital: Menebar Kebaikan atau Fitnah?

YahyaKhutbah Jumat6 hours ago25 Views

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمْنْ يَضْلُلُ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan limpahan nikmat-Nya kepada kita Semua. Di antaranya, kita dapat mendatangi panggilan-Nya untuk melaksanakan sholat Jumat pada siang hari yang mulia ini.

Shalawat dan salam, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala curahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, para shahabatnya, serta umatnya yang konsisten dan komitmen dengan sunnahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

            Selanjutnya, khatib berwasiat untuk diri khatib pribadi dan untuk jama’ah semuanya, untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benar taqwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102).

Bertaqwa bukan hanya saat kita di sajadah, tetapi juga saat kita menggenggam gadget di tangan. Bertaqwa juga saat jari kita hendak menekan tombol “kirim”.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Coba kita renungkan bersama. Sejak bangun tidur sampai hendak beristirahat, berapa lama waktu kita bersama gadget? Tiga jam, lima jam, bahkan mungkin lebih.

Dunia hari ini memang sudah seperti “dunia dalam genggaman”. Kabar dari pelosok negeri, dalam hitungan detik dapat sampai ke tempat kita. Ceramah dari para ulama, bisa kita dengar kapan saja.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Gadget dan internet itu ibarat pisau di dapur yang kita semua pasti memilikinya di rumah. Jika pisau itu digunakan oleh orang yang bijak, maka hasilnya adalah masakan yang lezat untuk keluarga. Rumah menjadi berkah, hati menjadi tenang. Namun, jika pisau jatuh ke tangan orang yang salah, maka akibatnya bisa melukai. Rumah menjadi berantakan.

Gadget yang kita punya pun demikian. Gadget itu tidak berdosa. Adapun yang menjadikan mendapatkan pahala atau mendapatk dosa adalah bagaimana penggunaannya. Kalau gadget digunakan untuk menebar kebaikan, pahala pun didapatkan. Adapun kalau gadget digunakan untuk menyebarkan fitnah, dosa pun didapatkan. Bahkan berupa dosa jariyah.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Yang pertama: Gadget untuk mendapatkan pahala

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kita peluang pahala yang sangat mudah. Yaitu melalui fitur “bagikan” atau “share”. Sekali saja kita membagikan ayat Al-Qur’an, lalu ada saudara kita yang membacanya dan hatinya menjadi tenang, maka pahala mengalir kepada kita.

Sekali saja kita membagikan tausiyah yang menyejukkan, lalu ada saudara kita yang tersadar dan bertaubat, maka kita pun mendapatkan pahala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim).

Bayangkan Jamaah. Saat kelak kita sudah wafat, amal ibadah kita mungkin telah berhenti. Tetapi, jika postingan kebaikan yang pernah kita bagikan masih terus dibaca dan disebarkan, maka pahalanya akan terus mengalir. Inilah yang disebut dengan, “Amal Jariyah Digital.”

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Yang kedua: Gadget untuk menebar fitnah hingga mendapat dosa jariyah

Jamaah sekalian. Gadget yang ada pada kita juga dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Hal ini apabila kita ikut menyebarkan berita hoak dengan gadget kita. Hal ini apabila karena kita ingin cepat viral, kemudian membagikan berita mengenai seseorang tanpa tabayyun terlebih dahulu. Tanpa mengecek kebenarannya. Yang padahal, berita yang kita bagikan merupakan hal yang tidak benar. Atau apabila karena emosi, kita menyebarkan aib seseorang yang merupakan hasil tangkapan layar percakapan pribadi. Sehingga, aib saudara kita pun tersebar.

Jamaah sekalian. Inilah yang menjadikan karena gadget, kita mendapatkan dosa. Bahkan dosa jariyah. Kita menekan tombol kirim yang hanya selama satu detik, kita mendapatkan dosa. Bahkan dosa yang terus berjalan. Karena orang membagikan lagi, membagikan lagi, dan lagi. Sehingga, meskipun kita sudah wafat, dosa kita pun masih terus mengalir. Na’udzubillah.

            Berkaitan dengan hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan petunjuk yang sangat jelas dalam QS. Al-Hujurat Ayat 6:  

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Allah mengajarkan kepada kita 3 hal, sebelum kita menekan tombol “kirim”:

  1. Apakah ini benar? Sumbernya dapat dipercaya atau tidak?
  2. Apakah ini bermanfaat? Jika benar, apakah penyebarannya akan membawa ketenangan atau justru kegaduhan?
  3. Apakah ini santun? Bahasanya menjaga kehormatan orang lain atau justru menyakiti?

Hal ini hanya membutuhkan sekitar beberapa detik saja. Lebih singkat dari waktu merebus air. Tetapi beberapa detik tersebut dapat menyelamatkan kehormatan saudara kita. Beberapa detik tersebut dapat menyelamatkan kita dari mendapatkan dosa.

   أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Marilah kita merenung sejenak. Bahwa kelak di hari kiamat, kita akan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Gawai kita akan dihadirkan. Isi percakapan akan dibuka. Riwayat unggahan akan diperlihatkan.

Lalu tangan kita akan berkata, “Ya Allah, inilah tangan yang dahulu sering membagikan berita yang tidak benar.”  

Jari kita akan berkata, “Ya Allah, inilah jari yang dahulu sering menulis komentar yang menyakitkan hati.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65).

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Jangan sampai terjadi, Jamaah. Kita rajin shalat, rajin puasa, tetapi ketika timbangan amal dibentangkan, pahala kita habis. Habis untuk apa? Untuk membayar saudara kita yang pernah kita ghibahi di media sosial. Untuk membayar saudara kita yang pernah kita fitnah di grup percakapan. Sungguh itu adalah kebangkrutan yang nyata.

Karena itu, mulai hari ini mari kita bertekad untuk “hijrah digital”. Grup keluarga kita isi dengan ayat-ayat Allah dan doa, bukan dengan berita yang belum jelas. Status media sosial kita jadikan pengingat kebaikan, bukan ajang pamer. Komentar kita jadikan kalimat yang menyejukkan, bukan yang memecah belah. Karena ruang digital kita, sejatinya adalah ladang amal kita.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

Leave a reply

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...