Kenali Tubuhmu, Jaga Masa Depanmu: Muslimah FKAM dan YPKI Dorong Kesadaran Deteksi Dini Kanker

YahyaMuslimah14 hours ago21 Views

Muslimah FKAM bekerja sama dengan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) sukses menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk “Kenali Tubuhmu, Jaga Masa Depanmu” pada Ahad, 7 Juni 2026 di Ruang Seminar Lantai 3 Grha Wakaf FKAM.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kanker, faktor risiko, gejala dini, serta pentingnya pencegahan dan deteksi dini sebagai upaya menjaga kualitas hidup.

Alhamdulillah, seminar berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh 79 peserta dari berbagai daerah di Solo Raya dan sekitarnya.

Mengusung tema “Kenali Tubuhmu, Jaga Masa Depanmu”, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Banyak kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut karena gejala awal sering diabaikan atau dianggap sebagai keluhan biasa. Melalui pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan, melakukan deteksi dini, serta mengambil langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih serius. Sebab, menjaga masa depan kesehatan dimulai dari kepedulian terhadap tubuh hari ini.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga sesi diskusi berakhir. Bahkan peserta terjauh, Ibu Luluk dari Ngawi, hadir untuk mengikuti rangkaian acara secara penuh. Selain itu, peserta tertua yang hadir adalah Ibu Asrikah (59 tahun) dan Ibu Sunariyah (58 tahun), menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan perlu dimiliki oleh semua kalangan usia.

Seminar menghadirkan Desty Firna Lestari, S.K.M., Konsultan Kesehatan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) sebagai narasumber utama. Acara dipandu dengan hangat dan interaktif oleh Desy selaku MC sekaligus moderator.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan mengenai perbedaan kanker dan tumor, proses terjadinya kanker akibat mutasi sel, serta berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kanker prostat, kanker serviks, kanker rahim, kanker ovarium, kanker endometrium, mioma rahim, dan kista ovarium beserta gejala-gejala awal yang perlu diwaspadai.

Pada pembahasan mengenai kanker prostat, dijelaskan bahwa faktor risiko meliputi usia, obesitas, kurang aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama, dan beberapa kondisi infeksi tertentu. Sementara pada kanker serviks dan kanker reproduksi wanita, peserta diajak mengenali gejala awal seperti keputihan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri panggul, serta berbagai perubahan yang perlu segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Dalam sesi pencegahan kanker, narasumber menyampaikan bahwa pencegahan dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam tubuh. Pencegahan dari luar dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang tinggi serat, menghindari kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi makanan berlemak berlebihan, menghindari zat-zat karsinogenik seperti pengawet dan penyedap rasa berlebihan, menjaga berat badan ideal, serta berolahraga secara teratur.

Sementara itu, pencegahan dari dalam dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) yang berperan dalam membantu mencegah kanker serviks. Narasumber menjelaskan bahwa vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan.

Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan beberapa tanaman herbal yang secara tradisional digunakan sebagai pendamping dalam menjaga kesehatan, seperti daun sirsak, benalu teh, dan temu putih. Daun sirsak umumnya diolah dengan cara direbus dan diminum air rebusannya, sedangkan benalu teh dikeringkan lalu diseduh seperti teh. Temu putih dapat dirajang tipis, dikeringkan, kemudian disimpan dalam bentuk irisan atau bubuk untuk diseduh. Narasumber menegaskan bahwa herbal bersifat sebagai pendamping dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis. Apabila seseorang telah terdiagnosis kanker, maka tetap harus menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan beberapa pesan penting kepada peserta:

“Deteksi dini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dibanding pengobatan yang terlambat.”

“Mengenali tubuh sendiri adalah langkah pertama menjaga kesehatan.”

“Jangan menunggu gejala muncul untuk mulai peduli pada kesehatan.”

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat hidup. Tercatat 9 peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait gejala, faktor risiko, pemeriksaan kesehatan, pola hidup sehat, serta langkah-langkah deteksi dini kanker. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar dan terpercaya.

Selain mendapatkan edukasi kesehatan, peserta juga memperoleh berbagai manfaat berupa E-Card Member Private Lab Kimia Farma yang berlaku selama satu tahun dengan potongan biaya pemeriksaan laboratorium sebesar 10–20%, kesempatan mengikuti program Pap Smear gratis sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, serta informasi mengenai program bantuan dan pendampingan bagi penderita kanker dari Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia.

Narasumber juga menyampaikan adanya program subsidi pemeriksaan kesehatan tertentu sehingga peserta dapat memperoleh layanan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai sponsor dan mitra yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara, yaitu Tempat Penitipan Anak Kasih Bunda, Madu Bunga Rimba, Al Tajj Dentist by drg. M. Tajuddin, MK Advokat & Legal Consultant, Wahyu Kitchen, Grosir Oleh-Oleh Haji & Umroh Saudagar Rois, Sruput Coffee, dan Daiman Berbagi.

Kesimpulan

Kegiatan sosialisasi kesehatan bersama narasumber Desty Firna Lestari, S.K.M. dari Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) telah terlaksana dengan baik dan diikuti peserta dengan antusias. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kanker dan tumor, faktor risiko, gejala dini kanker prostat, kanker serviks, kanker rahim, kanker payudara, serta pentingnya deteksi dan pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kanker dari luar melalui penerapan gaya hidup sehat dan pengurangan faktor risiko, serta pencegahan dari dalam melalui vaksinasi HPV dan pemahaman terhadap berbagai upaya menjaga kesehatan. Selain itu, peserta memperoleh informasi mengenai pemanfaatan herbal sebagai pendamping kesehatan yang tidak menggantikan pengobatan medis.

Sebagaimana tema yang diusung, “Kenali Tubuhmu, Jaga Masa Depanmu”, kegiatan ini mengajak setiap peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, tidak mengabaikan gejala yang muncul, serta berani melakukan deteksi dini. Karena semakin cepat suatu penyakit dikenali, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik. Mengenali tubuh hari ini adalah langkah sederhana untuk menjaga masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas bagi diri sendiri maupun keluarga.

Berita acara by Wafaa’ uz Zakiyah FKAM

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...