
Surakarta – 9 Oktober 2026 , Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Ngaji Kebangsaan dengan tema “Fikih Kebangsaan: Meneguhkan Cinta Tanah Air dalam Bingkai Syari’at”. Kegiatan bertempat di Pendopo Loji Gandrung Kota Surakarta.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Gus Musta’in, yang mengupas secara mendalam tentang konsepsi cinta tanah air dalam perspektif fiqih Islam. Dalam tausiyahnya, Gus Musta’in menegaskan bahwa menjaga NKRI, merawat kebhinekaan, dan taat pada pemimpin yang sah adalah implementasi nyata dari syari’at itu sendiri.
Dan beliau menuturkan belajar konsep masyarakat Madani dari Al-Qur’an di antaranya adalah:
1. Menjadi pribadi yang punya gapura di depan rumah; ghafura; pemaaf.
2. Filosofi buah salak; من سلك طريقا، يلتمس فيه علما. Hadits motivasi belajar, jangan berhenti bertumbuh di lautan ilmu yang tak bertepi.
3. Masing-masing dai kudu punya wayang di rumahnya. Minimal Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Filosofi nya; سمر خيرا فاترك ما بغي. Sammir Khaira, Fatruk Maa Baghaa. Lanjutno sing becik, tinggalno sing olo. Begitu tutur Gus Musta’in.
Acara ini turut melibatkan berbagai ormas di Surakarta, di antaranya DPD FKAM (Forum Komunikasi Aktivis Masjid) Surakarta sebagai peserta aktif. Kehadiran DPD FKAM Surakarta menjadi wujud sinergi antara pemerintah, ulama, dan aktivis dakwah masjid dalam memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan lintas ormas. Melalui Ngaji Kebangsaan ini, Kesbangpol berharap lahir pemahaman yang utuh bahwa menjadi muslim yang kaffah juga harus menjadi warga negara yang cinta dan setia kepada tanah air Indonesia.