Kemenag RI Resmi Terbitkan Izin Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Surakarta

YahyaPusat20 hours ago25 Views

Sekolah Tinggi Agama Islam Surakarta (STAIS) resmi memperoleh izin pendirian dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Izin tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1198 Tahun 2026 tentang Izin Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Surakarta, pada 14 September 2026.

Surat keputusan tersebut secara resmi diserahkan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., kepada Ketua STAIS, Dr. Sri Kalono, S.H., M.Si., didampingi Drs. H.M. Adib Ajiputra, M.M., Dewan Pakar STAIS, di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026.

Terbitnya izin tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Surakarta. STAIS didirikan oleh Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) di bawah badan penyelenggara Yayasan Aktivis Masjid Nusantara.

Pada tahap awal, STAIS menyelenggarakan dua program studi jenjang sarjana (S1), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Ketua STAIS, Dr. Sri Kalono, S.H., M.Si., mengatakan bahwa kehadiran STAIS tidak sekadar dimaksudkan untuk menambah jumlah perguruan tinggi Islam, tetapi juga menghadirkan lembaga pendidikan yang mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan fondasi nilai-nilai Islam.

“Kami ingin STAIS menjadi tempat lahirnya generasi Muslim yang kokoh keislamannya, luas wawasan keilmuannya, baik karakternya, sekaligus memiliki kompetensi yang dibutuhkan pada era digital. Teknologi terus berkembang, tetapi kemajuan teknologi harus tetap dipandu oleh ilmu, akhlak, dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Sri Kalono.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, perubahan dunia kerja, serta dinamika sosial dan ekonomi menuntut perguruan tinggi Islam untuk menyiapkan mahasiswa lebih dari sekadar memperoleh ijazah.

Karena itu, STAIS mengembangkan pendidikan dengan menekankan integrasi keilmuan Islam, pembentukan karakter Islami, dan penguatan kompetensi digital. Mahasiswa diharapkan mampu memahami nilai-nilai agama secara mendalam sekaligus memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkarya, dan mengambil peran di tengah masyarakat yang terus berubah.

Kehadiran STAIS juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi Islam di Kota Surakarta dan sekitarnya. STAIS terbuka bagi lulusan pondok pesantren, Madrasah Aliyah (MA), SMA, maupun SMK yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang sarjana.

Program Studi Pendidikan Agama Islam diarahkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pengembangan keislaman. Para lulusannya diharapkan dapat berkarir di bidang: Guru Pendidikan Agama Islam, Kreator konten pendidikan Islam, Pengembang media pembelajaran digital, Pengelola lembaga pendidikan Islam serta Peneliti bidang pendidikan Islam.

Sementara itu, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendalami hukum, bisnis, transaksi, dan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Para lulusannya diharapkan dapat berkarir di bidang: Praktisi perbankan dan keuangan syariah, Konsultan keuangan dan bisnis berbasis syariah, Advokat, Staf hukum dan kepatuhan lembaga keuangan syariah serta Pengelola lembaga zakat dan wakaf.

Kedua bidang tersebut dinilai semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan Islam membutuhkan generasi pendidik yang mampu menghadapi perubahan sosial dan teknologi. Di sisi lain, perkembangan industri halal, keuangan syariah, bisnis digital, wakaf, zakat, advokasi serta berbagai transaksi ekonomi modern membutuhkan sumber daya manusia yang memahami hukum ekonomi syariah secara komprehensif.

“Kami mengundang para santri dan lulusan MA, SMA, SMK serta pondok pesantren untuk tumbuh bersama STAIS. Perguruan tinggi ini kami bangun bukan hanya sebagai tempat kuliah, tetapi sebagai ruang pembentukan generasi yang berilmu, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Sri Kalono.

Dengan terbitnya izin pendirian tersebut, STAIS Surakarta diharapkan menjadi salah satu bagian dari penguatan pendidikan tinggi Islam di Kota Surakarta dan sekitarnya sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang memiliki fondasi keislaman, kompetensi akademik, karakter, dan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi.

Leave a reply

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...