Menjaga Benteng Hati dari Serangan Setan

YahyaKhutbah Jumat14 hours ago27 Views

Khutbah Pertama

 Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Alhamdulillahirabbil’alamiin. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, atas segala limpahan nikmat yang diberikan kepada kita semua. Di antaranya berupa nikmat keislaman, keimanan, kesehatan, serta kesempatan, sehingga kita pun dapat mendatangi masjid ini untuk memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka melaksanakan sholat Jumat.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, shahabatnya, serta umatnya yang taat hingga akhir zaman.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian, untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. ‘Ali Imran: 102).

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Perkara paling mulia dalam diri manusia adalah hati. Apa sebabnya? Karena hatilah yang mengenal Allah, yang beramal untuk Allah, yang berjalan menuju Allah. Anggota badan hanyalah prajurit dan pelayan bagi hati. Hati adalah rajanya.

Namun demikian, berkaitan dengan hati, ada yang perlu kita waspadai. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ

“Dan ketahuilah bahwa Allah membatasi antara seseorang dengan hatinya.” (QS. Al-Anfal: 24).

Makna ayat tersebut, bahwa banyak dari kita yang tidak kenal hatinya sendiri. Tidak tahu, hati kita sedang sakit, keras, atau bahkan mati, atau dikuasai setan.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Ketahuilah, fitrah hati pada asalnya siap menerima hidayah. Tapi di dalamnya ada syahwat dan hawa nafsu yang membuatnya condong kepada keburukan. Di dalam hati kita, setiap saat terjadi peperangan antara pasukan malaikat dan pasukan setan.

Mengenai setan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi.” (QS. An-Nas: 4).

Maknanya: Jika kita berdzikir, setan itu bersembunyi (khannas). Jika kita lalai, ia akan membentang dan menguasai. Tidak ada yang bisa mengusir setan dari hati, kecuali Dzikrullah.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Rasulullah menggambarkan hati itu seperti sebuah benteng (hishn), dan setan adalah musuh yang ingin merebut benteng itu. Benteng tidak akan aman, kecuali pintu-pintunya dijaga. Dan kita tidak akan bisa menjaga, jika tidak tahu di mana pintunya.

Lalu, apa saja pintu besar setan untuk masuk ke hati kita? Ibnu Qudamah dalam Kitabnya Mukhtashar Minhajul Qashidin menyebutkan:

Pintu Pertama: Al-Hasad dan Al-Hirsh (Dengki dan Rakus).

Orang yang rakus, rakusnya akan menjadikan ia buta dan tuli dari kebenaran. Dan dengan sifat dengki, setan akan membuatnya melihat keburukan sebagai kebaikan demi mencapai syahwatnya.

Pintu Kedua: Al-Ghadhab, Syahwat, dan Al-Hiddah (Tempramen, Syahwat, Keras Hati).

Tempramen / mudah marah adalah Ghoulul Aql – penghilang akal.

Berkata Iblis:

 إِذَا كَانَ العَبْدُ حَدِيدًا، قَلَّبْنَاهُ كَمَا يَقْلِبُ الصِّبْيَانُ الكُرَةَ

“Jika seorang hamba itu keras kepala / keras pendirian, kami akan membolak-balikkannya sebagaimana anak-anak membolak-balikkan bola.”

Pintu Ketiga: Hubbut Tazyin (Cinta Berhias Berlebihan).

Sibuk menghias rumah, atap, dinding, pakaian, perabotan. Meski menghias rumah bukan perkara yang haram, tetapi jika berlebihan, akhirnya habis umur kita hanya untuk itu. Dan ini pintu setan yang paling halus di zaman ini.

Pintu Keempat: Asy-Syab’u (Kenyang Berlebihan).

Banyak makan menguatkan syahwat dan membuat malas taat. Dalam hadits riwayat Imam At Tirmidzi, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidaklah seorang anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Jika memang harus (lebih dari itu), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.”

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Pintu Kelima: Ath-Thama’ fin Nas (Tamak kepada Manusia).

Orang tamak akan memuji orang lain dengan sesuatu yang tidak ada padanya, menjilat, cari muka, dan tidak mau beramar ma’ruf nahi munkar.

Pintu Keenam Al-‘Ajalah (Tergesa-gesa).

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tergesa-gesa dari setan, dan kehati-hatian dari Allah.” (HR. Tirmidzi ).

Pintu Ketujuh: Hubbul Mal (Cinta Harta).

Jika harta sudah masuk ke dalam hati, ia akan merusaknya. Mengajak pencintanya mencari harta dari jalan haram, menjadi bakhil dan takut miskin sehingga tidak mau membayar hak wajib, seperti zakat, nafkah, dan lain sebagainya.

Pintu Kedelapan: Membawa Orang Awam untuk Fanatik Buta

Pintu Kesembilan: Berpikir tentang Dzat Allah Yang Tidak Terjangkau Akalnya, hingga Ragu dalam Pokok Agama.

Pintu Kesepuluh: Su’udzon kepada Kaum Muslimin.

Orang yang berburuk sangka akan meremehkan, mengghibah, dan merasa diri lebih baik. Ingat, buruk sangka itu muncul dari busuknya hati yang berprasangka.

 لِأَنَّ المُؤْمِنَ يَطْلُبُ المَعَاذِيرَ لِلْمُؤْمِنِ، وَالمُنَافِقَ يَبْحَثُ عَنْ عُيُوبِهِ

“Karena sesungguhnya orang mukmin itu mencari alasan-alasan (pemaaf) untuk saudaranya yang mukmin, sedangkan orang munafik mencari-cari aibnya.”

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ رَسُولِ ٱللَّهِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَقَدْ قَالَ ٱللَّهُ تَعَالَىٰ فِي ٱلْقُرْآنِ ٱلْكَرِيمِ

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَمَّا بَعْدُ

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Di khutbah pertama telah kita bahas mengenai penyakit hati yang membuka pintu masuk setan. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana obat dari penyakit tersebut? Ibnu Qudamah Al Maqdisi menyampaikan, obatnya adalah menutup pintu-pintu itu dengan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela (Tathhirul Qalbi minas Shifatil Madzmumah) dan memakmurkan hati dengan taqwa.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah.                     

Marilah kita akhiri khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ولَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...