Tiga Tingkatan Muamalah pada Manusia

YahyaKhutbah Jumat10 hours ago12 Views

Oleh: Departemen Dakwah dan Pendidikan FKAM

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمْنْ يَضْلُلُ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْد

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita kesempatan untuk menunaikan berbagai ibadah, termasuk pada kesempatan siang hari ini, kita mampu menunaikan ibadah shalat Jumat.

 Shalawat serta salam, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya, shahabatnya, serta seluruh umatnya yang mengikuti beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hingga akhir zaman.

Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. ‘Ali Imran: 102).

Taqwa adalah bekal terbaik dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dengan taqwa, kita akan meraih ridho-Nya, rahmat-Nya, dan keberkahan dalam hidup ini.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah.

Islam adalah agama yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, dan juga hubungan manusia dengan sesama manusia. Namun, banyak orang yang rajin beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hanya saja mereka masih lalai dalam menjaga hak-hak manusia. Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di antara pembagian yang sangat indah yang dijelaskan oleh para ulama dalam pembahasan akhlak dan muamalah, bahwasanya manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya terbagi menjadi tiga tingkatan. Pertama dzalim, kedua adil, dan ketiga fadl.

            Tingkatan muamalah yang pertama yaitu dzalim adalah mengambil sesuatu yang bukan haknya atau mengurangi hak orang lain. Bentuk-bentuk kedzaliman sangat beragam. Di antaranya mengambil hak orang lain, membalas kedzaliman melebihi kadar yang diterima, mengingkari jasa dan kebaikan orang lain, serta melupakan seluruh kebaikan seseorang hanya karena satu kesalahan yang pernah ia lakukan. Inilah tingkatan yang diharamkan oleh Subhanahu wa Ta’ala.

Allah mengingatkan:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

“Janganlah kebencianmu kepada suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adilah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.” (QS. Al-Ma’idah: 8).

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah.

Allah tidak mengatakan, “Berlaku adilah kepada orang yang engkau cintai.” Tetapi, kepada orang yang kita benci pun kita tetap diperintahkan berlaku adil. Pada ayat tersebut menyebutkan bahwa kebencian kepada seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk berbuat dzalim. Kepada orang yang kita benci sekalipun, Allah tetap memerintahkan kita agar kita berlaku adil.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pernah bersabda:

 اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

            “Takutlah kalian terhadap kedzaliman, karena kedzaliman akan menjadi berbagai kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim).

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah.

            Tingkatan muamalah yang kedua yakni adil, atau memberikan hak orang lain dan mengambil hak diri sendiri sesuai kadarnya. Orang yang adil tidak mengambil lebih dari haknya dan tidak mengurangi hak orang lain. Ia meminjam lalu mengembalikan sesuai jumlahnya, membayar upah sesuai pekerjaan, serta membalas kedzaliman hanya sebatas yang diizinkan oleh syariat tanpa melampaui batas. Inilah tingkatan yang diwajibkan oleh Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil, berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan kedzaliman. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90).

            Ayat yang agung ini menunjukkan, bahwa keadilan adalah kewajiban yang harus ditegakkan oleh setiap muslim dalam seluruh urusan kehidupannya.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah.

Tingkatan muamalah yang ketiga adalah fadhl. Inilah tingkatan yang paling tinggi. Yakni, bukan sekadar memberikan hak orang lain, tetapi memberikan lebih banyak dari yang diwajibkan, dan rela meninggalkan sebagian hak diri sendiri demi mencari ridho Allah. Orang yang mencapai derajat ini rela memaafkan padahal mampu membalas. Tetap berbuat baik kepada orang yang menyakitinya. Tidak menuntut seluruh haknya. Serta membalas keburukan dengan kebaikan. Inilah akhlak para nabi, para shahabat, dan orang-orang shaleh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan memaafkan itu lebih dekat kepada taqwa.” (QS. Al-Baqarah: 237).

            Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

 وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

 “Dan janganlah kalian melupakan kebaikan di antara kalian.” (QS. Al-Baqarah: 237).

Ayat ini mengajarkan, agar seorang mukmin tidak mudah melupakan jasa dan kebaikan orang lain hanya karena satu kesalahan yang pernah dilakukan. Sebaliknya, ia selalu mengingat kebaikan, mudah memaafkan, dan berusaha membalas keburukan dengan kebaikan demi mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah akhlak yang mengantarkan seorang hamba kepada kecintaan Allah, karena Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Sholat Jumat Rahimakumullah.

Marilah kita menghisab diri kita masing-masing. Selama ini dalam bermuamalah dengan orang lain, termasuk golongan manakah kita?

Apakah kita termasuk orang yang mudah mendzalimi, mudah menyakiti dengan lisan, mudah mengambil hak orang lain?

Ataukah kita baru sampai pada tingkatan adil, yaitu hanya menuntut hak dan menunaikan kewajiban?

Ataukah kita telah berusaha mencapai derajat ihsan, yaitu memaafkan, berlapang dada, tidak melupakan kebaikan orang lain, dan tetap berbuat baik meskipun disakiti?

Mudah-mudahan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu memperbaiki akhlak dan muamalah kepada sesama. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

  أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua       

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...