Lima Sifat Mukmin Sejati

YahyaNasehat Kehidupan14 hours ago12 Views

(Oleh: Bima Setya Dharma)

Jika setiap orang muslim di dunia ini ditanya, “Apakah mereka adalah orang yang beriman?” Maka sudah pasti jawaban serentak yang keluar adalah, “Iya.” Namun, kita perlu menyadari bahwa iman yang sesungguhnya bukanlah sekadar pengakuan dari lisan, bukan pula status yang tertera di kartu identitas. Iman adalah sesuatu yang mengakar di dalam dada dan dibuktikan melalui perbuatan sehari-hari.

Agar kita tidak salah menilai diri sendiri, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan tentang sifat dari orang yang benar-benar beriman melalui firman-Nya:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ ۝٢ الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ۝٣ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚ ۝٤

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.” (QS. Al-Anfal 2–4).

 Ayat ini hadir sebagai cermin yang jujur untuk mengukur sejauh mana kualitas hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Sifat Pertama: Hati yang Bergetar Ketika Mengingat Allah.

            Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ

“Mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya.” (QS. Al-Anfal: 2).

Allah menggambarkan mereka sebagai jiwa-jiwa yang apabila mendengar nama-Nya disebut, maka bergetarlah (wajilat) hati mereka. Kata wajal ini bermakna hadirnya rasa takut yang mengalir bersama rasa pengagungan. Sifat ini dianalogikan seperti alarm yang masih berfungsi dengan sangat baik, begitu mendengar suara adzan berkumandang, maka langsung terpanggil. Ketika mendengar ayat-ayat tentang ancaman dosa dibacakan, maka muncul rasa takut dan keinginan bertaubat. Atau saat teringat akan kematian, maka iman di dalam dadanya langsung menanggapi, menyadarkan dirinya untuk segera tunduk, patuh, dan menjauhi larangan-Nya.

Sifat Kedua: Imannya Selalu Bertambah Karena Al-Qur’an.

            Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا

“Jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya.”(QS. Al-Anfal: 2).

Setiap manusia pasti merasakan bahwa iman di dalam dadanya tidak selalu stabil, terkadang naik dan turun. Di sinilah letak keistimewaan seorang mukmin sejati, di mana mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai sarana utama untuk memberi nutrisi pada iman tersebut. Allah berfirman bahwa apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah iman mereka. Karena sesungguhnya kaitan antara hati dan Al-Qur’an ini seperti tubuh yang membutuhkan makanan agar tetap hidup dan bertenaga. Hati seseorang sangat membutuhkan ayat-ayat suci sebagai makanan ruhani agar tidak mati. Semakin sering seorang hamba berinteraksi dengan firman-Nya, mendengarkan lantunannya dan merenungi maknanya, maka akan semakin bertambah pula kekuatan pembenaran, ketundukan, serta kemantapan keyakinan di dalam jiwanya.

Sifat Ketiga: Bertawakal Hanya Kepada Allah.

Sifat mulia berikutnya yang melekat pada diri seorang mukmin sejati adalah menyandarkan seluruh urusan hidupnya hanya kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ

“Dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal.”(QS. Al-Anfal: 2).

Allah menegaskan bahwa, “Hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal.” Artinya, seorang mukmin tidak menaruh harapan dan tidak berlindung kecuali hanya kepada Allah. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang bertawakal secara totalitas adalah mereka yang sadar betul bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan pernah terjadi. Kesadaran inilah yang membuat jiwa mereka begitu tangguh, tidak mudah goyah, dan terbebas dari ketergantungan kepada sesama makhluk.

Namun, perlu kita tekankan bahwa tawakal bukan sikap pasrah tanpa melakukan apa-apa. Melainkan menjemput sebab atau berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Yakni memulai dengan berikhtiar secara maksimal secara lahiriah, berdoa, dan menutupnya dengan memasrahkan seluruh hasil akhir ke dalam ketetapan Allah.

Sifat Keempat: Menegakkan Sholat dengan Konsisten.

Karakter keempat yang menjadi pembeda utama seorang mukmin sejati adalah bagaimana mereka memperlakukan sholat di dalam hidupnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ

“(Yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat.”(QS. Al-Anfal: 3).

Yang pada ayat ini adalah melaksanakan sholat tepat pada waktunya, menyempurnakan setiap syarat dan rukunnya, menjaga konsistensi sholat agar tidak bolong-bolong, serta menghadirkan kekhusyukan. Bagi seorang mukmin, sholat adalah momentum untuk memutuskan diri sejenak dari dunia demi bermunajat kepada-Nya.

Untuk memahami pentingnya ibadah ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan sebuah perumpamaan yang sangat kuat dalam sabdanya:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ

“Pokok segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah sholat.” (HR. At-Tirmidzi).

Iman di dalam diri manusia diibaratkan seperti sebuah rumah, sedangkan sholat adalah tiang penyangga utamanya. Rumah semegah apa pun akan langsung roboh dan hancur apabila tiang penyangganya roboh. Begitu pula dengan kehidupan seorang mukmin, tanpa sholat maka iman, akhlak, dan keberkahan hidupnya akan roboh di tengah cobaan dunia.

Sifat Kelima: Gemar Berbagi dan Menginfakkan Rezeki.

Karakter kelima yang keimanan adalah hati yang lapang untuk berbagi rezeki melalui infak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”(QS. Al-Anfal: 3).

Jika kita perhatikan kalimatnya, Allah menggunakan kata, “Sebagian” (min dalam bahasa Arab), yang mengisyaratkan bahwa Islam tidak pernah memberatkan umatnya. Kita tidak diminta untuk menyerahkan seluruh harta yang kita miliki hingga membuat diri kita sendiri kesusahan. Lebih dari itu, infak adalah pelindung terbaik agar hati kita tidak terjebak dalam penyakit “wahn” yaitu cinta dunia yang berlebihan dan takut kehilangan harta. Dengan rutin berinfak, kita sedang melatih jiwa kita untuk sadar bahwa harta yang sesungguhnya bukanlah apa yang kita simpan dan nikmati sendiri, melainkan apa yang kita berikan dan kita tabung untuk kehidupan abadi di akhirat kelak.

Setelah menjabarkan kelima sifat mulia tersebut, Allah menutup rangkaian ayat ini dengan sebuah pengakuan yang sangat luar biasa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.” QS. Al-Anfāl: 4

Ayat ini menjelaskan bahwa siapa saja yang berusaha menghidupkan kelima karakter tadi di dalam dirinya, maka dialah mukmin yang sempurna imannya. Dan Allah menjanjikan tiga hadiah kepada mereka yang istimewa. Hadiah pertama adalah derajat yang tinggi dan kedudukan yang mulia, baik di dunia maupun di akhirat. Hadiah kedua adalah ampunan yang luas atas segala khilaf dan dosa. Dan hadiah ketiga adalah rezeki yang mulia, yang para mufasir menjelaskan bahwa rezeki yang mulia ini adalah kenikmatan Syurga yang abadi.

Melalui penutup ayat yang indah ini, kita diajak untuk kembali bercermin dan bertanya pada diri sendiri, sudahkah lima sifat mukmin ini tumbuh di dalam hati kita?

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing hati kita untuk terus memperbaiki kualitas iman, dan kelak mengumpulkan kita bersama golongan orang-orang yang beriman secara nyata. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...