Berpuasa Tak Hanya Menahan dari Makan dan Minum

YahyaKabar DakwahYesterday42 Views

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia adalah ibadah yang melatih jiwa untuk tunduk, sabar, dan ikhlas karena Allah untuk menjauhi segala larangan. Demikian disampaikan Dai FKAM Ustadz Bima Setya Dharma dalam taushiyah Shubuh di Masjid Istiqomah Kebon Baru 04/08 Pucangan Kartasura.

Beliau juga menekankan bahwa dalam puasa itu dapat mencegah dari perbuatan maksiat, yang mungkin kalau tidak sedang puasa kita begitu mudah untuk berbuat maksiat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“الصِّيَامُ جُنَّةٌ”

“Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perisai dari apa? Dari hawa nafsu, dari amarah, dari dosa yang seringkali lahir karena kita tak mampu mengendalikan diri. Maka, jadikan puasa sebagai momentum memperbaiki akhlak, memperbanyak sabar, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengingatkan bahwa tidak semua orang yang berpuasa mendapatkan pahala sempurna dari puasanya. Beliau bersabda:

“رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ”

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan haus.” (HR. Ibnu Majah).

Hadits ini menjadi peringatan bahwa puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan lisan dari dusta, hati dari iri dan dengki, serta anggota badan dari maksiat. Jika akhlak tidak dijaga, maka yang tersisa hanyalah rasa lapar tanpa nilai ibadah.

Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan hanya sah secara syariat, tetapi juga penuh pahala dan keberkahan.

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...