
Klaten Jawa Tengah — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, FKAM menggelar kegiatan Pembekalan Dai JAWARA (Jelajah Dakwah Ramadhan) pada Senin 16 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 52 mahasantri yang akan diterjunkan ke berbagai wilayah sebagai dai Ramadhan.
Acara berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat. Pembekalan diawali dengan sambutan dari Direktur Akademi Al-Qur’an FKAM, Ustadz Noor Fathoni, Lc yang menekankan pentingnya Al-isti’aru bil mas’uliyyah, menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap amanah dakwah yang diemban. Beliau mengingatkan, bahwa setiap dai harus siap memikul tugas apa pun yang ada di hadapannya sebagai bentuk pengabdian kepada umat.

Selanjutnya, Dewan Syuro FKAM, Ustadz Rahmat Wahyudi, menyampaikan materi tentang bekal utama seorang dai; ilmu yang kokoh, akhlak yang mulia, dan empati yang mendalam terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, dakwah yang berhasil bukan hanya menyentuh akal, tetapi juga hati.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum FKAM, Ustadz Zul Fahmi, S.Pd.I., M.H. mengenai fiqh ikhtilaf (perbedaan pendapat). Beliau menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi perbedaan di tengah umat agar dakwah tetap menjadi sarana persatuan, bukan perpecahan.

Selain materi keilmuan, pembekalan juga mencakup aspek teknis lapangan. Di antaranya mengenai menyusun laporan kegiatan dakwah. Selainnya juga ada materi pelatihan kreatif yang disampaikan oleh Kak Jun dari Perkumpulan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI). Para peserta diajarkan teknik ice breaking serta cara menirukan berbagai suara dan bunyi untuk menarik perhatian jamaah, khususnya anak-anak dan remaja.
52 mahasantri peserta JAWARA ini akan ditugaskan di 50 titik lokasi dakwah selama Ramadhan. Para peserta diharapkan mampu menjadi duta dakwah yang membawa semangat Al Qur’an, memperkuat ukhuwah, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
