Rajab Bulan Persiapan Ruhani Menuju Ramadhan

YahyaKhutbah Jumat1 week ago299 Views

Oleh: Bima Setya Dharma

Khutbah Pertama

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُه

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ

,فقد قال الله تعالى في القرآن الكريم :

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فإنَّ أصدقَ الحديثِ كتابُ اللهِ وخيرَ الهديِ هديُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وشرَّ الأمورِ مُحدثاتُها ، فَإِنَّ كلَّ مُحدَثةٍ بدعةٌ ، وكلَّ بدعةٍ ضلالةٌ ، وكلَّ ضلالةٍ في النَّارِ

 أَمَّا بَعْدُ

 Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jum’at Rahimakumullah.

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam, yang telah memberi kita nikmat iman, Islam dan kesempatan hidup hingga hari ini. Dialah yang membolak-balikkan hati hamba-Nya, yang dengan rahmat-Nya kita masih dapat beribadah, mendengar nasehat, dan menyiapkan diri menuju bulan-bulan penuh keberkahan.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muḥammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, suri teladan seluruh umat, yang dengan perjuangan dan kasih sayangnya kita mengenal jalan menuju cahaya iman dan petunjuk Allah. Semoga pula, limpahan rahmat itu tercurah kepada keluarga beliau, para shahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya taqwa, yakni menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan taqwa, hidup kita akan terarah, hati menjadi tenang, dan amal diterima oleh Allah. Allah Ta‘ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 102).

Hadirin yang Dimuliakan Allah.

Di antara tanda kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah, Dia menetapkan waktu-waktu yang dimuliakan agar kita bisa memperbanyak amal dan membersihkan diri dari dosa. Salah satu di antaranya adalah bulan Rajab, bulan yang penuh keagungan dan keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Ayat ini menjelaskan, bahwa sejak Allah menciptakan langit dan bumi, telah ditetapkan dua belas bulan dalam setahun, dan empat di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci), yaitu Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keempat bulan ini dimuliakan karena di dalamnya Allah melarang peperangan, penindasan, dan segala bentuk kedzaliman. Sebaliknya, Allah mendorong hamba-Nya untuk memperbanyak amal sholeh, dzikir, dan taubat.

Para ulama tafsir menjelaskan, sebagaimana disebut oleh Al-Imam Ibn Katsir Rahimahullah, bahwa Allah menjadikan empat bulan itu suci agar manusia memiliki waktu khusus untuk mendekat kepada-Nya tanpa gangguan dunia. Beliau berkata:

“Sesungguhnya bulan-bulan haram itu ada empat; tiga berurutan: Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan satu yang terpisah yaitu Rajab. Tiga bulan pertama dimuliakan untuk pelaksanaan ibadah haji dan perjalanan pulang yang aman, sedangkan Rajab di tengah tahun disucikan agar kaum Arab dapat menziarahi Baitullah dan beribadah di sana dengan aman tanpa ketakutan dan peperangan.”

Maknanya, bulan Rajab adalah bulan ketenangan dan ibadah, bulan di mana kita dianjurkan menahan diri dari dosa, memperbanyak kebaikan, dan menata hati menuju ketaatan. Rajab adalah awal dari musim ibadah, gerbang menuju Ramadhan. Maka barangsiapa memuliakan Rajab dengan taubat, amal sholeh, dan muhasabah, Insyaa Allah ia akan dimuliakan pula oleh Allah dalam Ramadhan dengan hati yang bersih dan amal yang diterima.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Setelah kita memahami bahwa bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka sudah sepantasnya kita tidak membiarkannya berlalu begitu saja tanpa amal. Bulan ini adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbanyak taubat, dan mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ

“Maka berlomba-lombalah kalian dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah-lah kamu semua akan kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan.” (QS. Al-Ma’idah: 48).

Ayat ini menyeru kepada kita semua agar jangan menunda-nunda amal sholeh. Hidup ini singkat, dan waktu yang Allah berikan tidaklah tanpa tujuan. Rajab menjadi waktu yang tepat untuk mulai berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat, agar hati kita bersih dan siap menyambut Ramadhan dengan jiwa yang tenang.

Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani Rahimahullah dalam kitabnya:

رَجَبٌ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ

“Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyirami, dan Ramadhan bulan memanen.”

Ungkapan ini merupakan perumpamaan yang indah tentang perjalanan spiritual seorang muslim menjelang Ramadhan. Di bulan Rajab, kita menanam benih amal dengan memperbanyak istighfar, taubat, dan memulai kebiasaan baik. Di bulan Sya‘ban, kita menyirami benih itu dengan doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak ibadah sunnah agar amal semakin subur. Ketika Ramadhan tiba, kita memanen hasil berupa pahala besar, ampunan, dan rahmat Allah yang melimpah.

Setiap orang hanya akan menuai sesuai dengan apa yang ia tanam. Sehingga, jika seseorang lalai di bulan Rajab dan terus lalai di bulan Sya‘ban, maka jangan berharap ia akan memetik hasil yang indah di bulan Ramadhan. Namun saat panen tiba, muncullah penyesalan baik di dunia ketika amal terasa hampa, maupun di akhirat ketika amal tak berbobot di sisi Allah.

Maka dari itu, marilah kita jadikan Rajab ini sebagai awal kebangkitan ruhani. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya, siramilah dengan doa dan dzikir, agar kelak di bulan Ramadhan kita menuai hasil yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’ah Rahimakumullah.

Setelah kita memahami pentingnya taubat dan penyucian hati di bulan Rajab, muncul pertanyaan bagi kita semua, “Apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan jiwa kita dalam menyambut bulan Ramadhan?”

Ketahuilah, jamaah yang dirahmati Allah, hati yang bersih adalah modal utama agar segala urusan kita dimudahkan oleh Allah. Hati yang kotor karena dosa akan menjadi penghalang datangnya keberkahan, sedangkan hati yang suci akan menjadi tempat turunnya rahmat dan cahaya Allah.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman dalam Surah Asy-Syams:

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9 -10).

Makna tazkiyah dalam ayat ini, sebagaimana dijelaskan para ulama tafsir, adalah mempersiapkan diri dengan amal kebaikan dan ketaatan, serta berusaha membersihkan jiwa dari segala keburukan dan maksiat. Artinya, sungguh beruntung dan sukses orang yang membersihkan dirinya dari dosa dan maksiat, dan sungguh rugi orang yang menodai jiwanya dengan perbuatan buruk yang menjauhkan dirinya dari amal kebaikan.

Oleh karena itu, menjelang Ramadhan, bulan Rajab ini adalah waktu terbaik untuk mulai menyucikan jiwa kita: Memperbanyak dzikir, menundukkan hawa nafsu, memperbaiki niat, dan menumbuhkan rasa syukur serta sabar. Ketika seseorang yang menyucikan hatinya, maka akan Allah mudahkan baginya untuk istiqomah dalam ibadah, diringankan dalam beramal, dan dilembutkan hatinya dalam berinteraksi dengan sesama. Sedangkan orang yang membiarkan hatinya kotor, walaupun datang Ramadhan, ia tetap akan merasa berat dalam beribadah dan tidak merasakan manisnya taqwa.

Jama’ah Sholat Jum’at yang Dimuliakan Allah.

Dari apa yang telah kita renungkan bersama, jelaslah bagi kita bahwa bulan Rajab adalah bulan yang istimewa, bulan yang dimuliakan oleh Allah sebagai salah satu dari empat bulan suci. Bulan ini bukan hanya sekadar penanda waktu dalam kalender Hijriyah, tetapi pintu pembuka bagi perjalanan ruhani menuju kemuliaan Ramadhan.

Di bulan ini, kita diajak untuk menanam benih amal, memperbanyak taubat, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta membersihkan hati dari segala noda dosa dan sifat tercela. Karena Ramadhan tidak akan bermakna bagi hati yang belum disucikan di Rajab.

Oleh sebab itu, marilah kita isi bulan Rajab ini dengan istighfar, dzikir, amal sholeh, dan taubat yang sungguh-sungguh. Jadikan setiap hari sebagai langkah untuk mendekat kepada Allah, agar hati kita bersih, ruh kita tenang, dan amal kita diterima ketika Ramadhan tiba.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang memuliakan bulan Rajab dengan amal sholeh, yang disucikan hatinya sebelum datangnya Ramadhan, dan yang kelak diberi taufik untuk berjumpa dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang kuat, hati yang tenang, dan dosa-dosa yang telah diampuni.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ رَسُولِ ٱللَّهِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى ٱللَّهِ، فَقَدْ قَالَ ٱللَّهُ تَعَالَىٰ فِي ٱلْقُرْآنِ ٱلْكَرِيمِ

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Marilah kita kembali meneguhkan niat dan tekad kita. Bulan Rajab yang kita jalani saat ini, bukanlah bulan biasa, tetapi masa persiapan ruhani menuju bulan Ramadhan yang agung.

Siapa yang mempersiapkan dirinya sejak Rajab, ia akan merasakan manisnya ibadah di bulan Ramadhan. Namun, siapa yang lalai di bulan ini, lalu tiba-tiba ingin menjadi hamba yang taat saat Ramadhan datang, maka keadaannya bagaikan kendaraan yang tidak pernah dipanaskan dan tidak pernah digunakan, tiba-tiba dipaksa untuk menempuh perjalanan jauh. Mesin rohaninya akan mogok di tengah jalan, dan perjalanannya tidak akan sampai pada tujuan.

Begitulah hati manusia, jamaah sekalian. Bila tidak disiapkan dengan taubat, dzikir, dan amal sholeh di bulan Rajab ini, maka ia akan berat melangkah saat Ramadhan datang. Tetapi bila dilatih sejak sekarang, dengan muhasabah dan penyucian jiwa, maka Ramadhan nanti akan menjadi perjalanan yang ringan, penuh keberkahan, dan mengantarkan kita kepada ampunan Allah.

Marilah kita tutup rangkaian khutbah pada siang hari ini dengan menundukkan kepala, memohon kepada Allah ampunan bagi diri kita dan kedua orang tua kita, serta memohon kebaikan dunia dan akhirat.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِنِّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ولَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ،

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...