Lima Janji Allah bagi Hamba yang Bertakwa

YahyaUncategorized2 hours ago6 Views

Oleh: Bima Setya Dharma

Setiap kita tentu menginginkan kehidupan yang penuh ketenangan, kemudahan, dan keberkahan. Namun, mari sejenak kita bertanya pada diri sendiri, bagaimana cara kita mencari jalan keluar ketika ujian datang menghampiri? Islam menghadirkan satu kunci universal untuk membuka semua pintu kebaikan tersebut, yaitu takwa.

Secara sederhana, takwa adalah sikap hati-hati dan sadar diri dalam mengarungi kehidupan, yaitu berusaha sekuat tenaga menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan rasa takut dan harap kepada-Nya. Shahabat Nabi, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, menjelaskan tentang makna takwa:

الَّتَّقْوَى هِيَ الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيلِ، وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيلِ، وَالْقَنَاعَةُ بِالْقَلِيلِ، وَالْإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيلِ

“Takwa adalah rasa takut kepada Allah Yang Maha Agung, beramal sesuai Al-Qur’an, ridho dengan yang sedikit, dan bersiap untuk hari kepindahan (kematian).”

Sebagai bukti nyata bahwa takwa adalah kunci dari segala kesulitan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan berbagai keutamaan luar biasa bagi hamba-Nya yang bertakwa sebagaimana difirmankan-Nya dalam ayat-ayat berikut ini.

1. Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ

    “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (QS. Ath-Thalaq: 2).

    Di antara bentuk balasan paling nyata di dunia adalah Allah akan menganugerahkan kelapangan serta jalan keluar dari setiap kesempitan dan kesulitan. Sebaliknya, barangsiapa yang enggan bertakwa, ia akan terjerat dalam berbagai kesukaran dan beban berat yang sulit ia lepaskan. Seseorang yang memiliki sifat takwa bukan berarti jalannya akan selalu mulus, tetapi  Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin bahwa ia tidak akan pernah dibiarkan tersesat di dalam labirin masalah.

    2. Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ

    “Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga.” (QS. Ath-Thalaq: 3).

    Rezeki itu bentuknya sangat luas, bukan sebatas uang dan barang, melainkan juga nikmat kesehatan, ketenangan hati, hingga hadirnya pertolongan di saat-saat kritis. Allah akan mengalirkan rezeki bagi hamba yang bertakwa dari pintu yang tak pernah terlintas dalam pikirannya.

    Pelajaran ini terlihat nyata dalam kisah shahabat Auf bin Malik Al-Asyja’i ketika mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang putranya yang ditawan musuh serta kondisi ekonominya yang sangat sulit. Rasulullah menasihatinya, “Bertakwalah kepada Allah, bersabarlah, dan aku perintahkan engkau beserta istri seluruhnya memperbanyak membaca Laa haula walaa quwwata illaa billaah.” Ketika keduanya mengamalkannya dengan penuh kepasrahan, Allah buat para musuh lalai sehingga sang anak berhasil meloloskan diri sambil membawa kawanan domba milik musuh pulang ke rumah. Begitulah cara Allah menghadirkan rezeki dan pertolongan tak terduga bagi hamba-Nya yang menjaga takwa.

    3. Kemudahan dalam setiap urusan

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4).

    Segala kerikil tajam dan berbagai macam kesulitan dalam hidup akan diratakan oleh Allah bagi mereka yang senantiasa menjaga ketakwaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengubah perkara yang terasa amat rumit menjadi mudah, dan melunakkan urusan yang sulit menjadi begitu ringan untuk dijalani. Sebab Dialah Yang Maha Mengatur segala urusan dan Pencipta seluruh alam semesta, sehingga tidak ada satu pun hambatan yang sulit jika Allah sudah berkehendak memberikan kemudahan.

    4. Penghapusan dosa dan kesalahan

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (QS. Ath-Thalaq: 5).

    Manusia memang tidak pernah bisa luput dari kekhilafan dan salah, tetapi ketakwaan menjadi pembersih utama yang menghapus noda-noda dosa di masa lalu. Dengan takwa, Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, tidak menuntutnya atas kesalahan yang pernah dilakukan, serta menghindarkan dirinya dari kehancuran akibat dampak buruk maksiat tersebut.

    5. Pelipatgandaan pahala di akhirat

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    وَيُعْظِمْ لَهٗٓ اَجْرًا

    “Dan akan memperbesar pahala baginya.” (QS. Ath-Thalaq: 5).

    Ganjaran dari ketakwaan bukan sekadar kenikmatan yang dirasakan di dunia saja, melainkan menjadi investasi utama untuk kehidupan akhirat kelak. Allah Ta’ala akan melipatgandakan kebaikan-kebaikan hamba yang bertakwa, memberikannya ganjaran serta karunia yang sangat melimpah pada hari Kiamat, hingga ia berhasil meraih apa yang selama ini dicita-citakan dan didambakan oleh hatinya.

    Kita bisa mengambil sebuah kisah seorang shahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, pernah menguji kejujuran seorang penggembala muda di tengah padang pasir. Ibnu Umar berniat membeli satu ekor kambing dari kawanan yang digembalakannya, tetapi sang pemuda menolak halus karena kambing-kambing tersebut adalah amanah milik tuannya.

    Untuk menguji sedalam apa kejujuran pemuda tersebut, Ibnu Umar pun membujuknya, “Katakan saja pada tuanmu bahwa kambing itu dimakan serigala.”

    Mendengar bisikan tersebut, penggembala muda itu spontan menatap ke langit lalu berucap penuh getaran iman:

    “فَأَيْنَ اللهُ؟”

    “Lalu, di mana Allah?”

    Jawaban singkat “Fa ainallah?,” itu seketika menembus dada Ibnu Umar hingga beliau menangis terharu.

    Beliau sungguh kagum atas rasa diawasi Allah (muraqabah) yang menghujam kuat di dalam dada pemuda itu. Tak lama kemudian, Ibnu Umar menemui tuan sang penggembala, membeli pemuda tersebut lalu memerdekakannya, serta memborong seluruh kawanan domba untuk dihibahkan kepadanya. Rasa takwa dan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat telah membukakan pintu kebebasan sekaligus rezeki melimpah yang tak pernah ia sangka-sangka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing hati kita untuk menjadi hamba-Nya yang senantiasa bertakwa dalam setiap keadaan, baik di kala sembunyi maupun terang-terangan.

    Leave a reply

    Previous Post

    Next Post

    Ikuti
    Search
    Loading

    Signing-in 3 seconds...

    Signing-up 3 seconds...