Perilaku Menyimpang di Masyarakat dan Pendidikan

YahyaKhutbah Jumat4 hours ago16 Views

Oleh: Muhammad Arsyad

Khutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه, اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ, فقد قال الله تعالى في القرآن الكريم:

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan limpahan nikmat-Nya kepada kita semua. Di antaranya, kita dapat mendatangi panggilan-Nya untuk melaksanakan sholat Jumat pada siang hari yang mulia ini.

Shalawat dan salam, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala curahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, para shahabatnya, serta umatnya yang konsisten dan komitmen dengan sunnahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Selanjutnya, khatib berwasiat untuk diri khatib pribadi dan untuk jama’ah semuanya, untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benar taqwa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Tidak terasa hari terus berganti dan umur kita selalu bertambah, menandakan jatah umur kita hidup di dunia ini semakin sedikit. Di antara manusia ada yang sudah dari dahulu menjadi hamba yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-laranganNya. Namun, ada juga di antara mereka baru saja sadar dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah pergi cukup jauh dan hampir saja tidak kembali. Tentu itu adalah karena rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًاۙ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi, Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 21).

Kalau bukan karena rahmat dan kasih sayang Allah, niscaya akan banyak dari manusia terjerumus ke dalam perangkap syaitan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا

“Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah engkau mengikuti syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).” (QS. An-Nisa’: 83).

Mendidik jiwa menjadi jiwa yang baik adalah dambaan setiap insan yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, hal itu tidak mudah karena rintangan yang begitu banyak menghalangi perjalanan panjang menuju maqom tertinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beruntunglah orang-orang yang takut kepada maqom Rabbnya sehingga ia mencegah nafsunya dari berbuat dosa dan maksiat. Maka Syurgalah tempat kembalinya. Sebaliknya siapa saja yang tidak peduli dengan perbuatan dosa dan maksiat, maka ketahuilah setiap perbuatan akan dihitung pada hari perhitungan nanti.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Permasalahan yang dihadapi manusia zaman sekarang cukup kompleks. Antara lain: Gerakan LGBT yang berasal dari beberapa komunitas yang mengatasnamakan HAM. Mereka mencoba mencabut nilai-nilai yang sudah berakar ribuan tahun lamanya di masyarakat islami khususnya indonesia. Jika saat ini kita mendengar LGBT adalah hak asasi yang harus dibela, maka ketahuilah bahwa hak yang seperti ini tidak bisa dibenarkan.

Ada sebuah buku yang sangat bagus sekali untuk dijadikan bahan bacaan dan pegangan di rumah-rumah kita, yaitu buku berjudul “Misykat” yang ditulis oleh Prof Hamid Fahmi Zarkasyi. Di buku tersebut disebutkan sejarah awal gerakan LGBT dan targetnya di berbagai macam belahan dunia.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Islam membenarkan bahwa setiap insan itu memiliki hak. Namun jika hak itu keluar dari jalur yang benar, maka tidak bisa dibenarkan. Artinya, hal itu tidak bisa disebut sebagai hak untuknya. Karena di dalam Islam sebagaimana kata para ulama, bahwa hak itu aslinya adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan bukan cuma hak, jiwa dan raga kita pun adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga rambu-rambu yang tidak boleh ditabrak harus ditaati. Betapa celakanya manusia jika ia menjadikan hawa nafsunya sebagai penimbang antara baik dan buruk, benar dan salah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰىهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ

“Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang dzalim.” (QS. Al-Qasas: 50).

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

“Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya, Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jasiyah: 23).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Kasus di atas adalah satu kasus dari berbagai kasus yang sedang booming saat ini. Adapun kasus yang lain, maka tidak kalah hebatnya. Kasus pembunuhan misalnya. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementrian Koordinator Bidang Politik dan Ham menyebutkan, bahwa jumlah tindak pidana yang terjadi secara nasional pada semester 1 (6 bulan pertama) tahun 2025 mencapai 287.951 (dua ratus delapan puluh tujuh ribu sembilan ratus lima puluh satu) kasus.

Tatkala kita melihat motifnya, maka kita akan terkaget-kaget. Disebutkan, di antara motifnya adalah karena hubungan asmara (pacaran), ada juga yangdisebabkan karena dendam. Dan tidak kalah lucunya adalah disebabkan karena emosi sesaat. Inilah yang mungkin disebutkan dalam sebuah hadits:

“Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana orang yang membunuh tidak mengerti karena alasan apa ia membunuh, dan orang yang terbunuh juga tidak mengerti atas dasar apa ia dibunuh.” (HR. Muslim).

Belum lagi kasus kejahatan lain seperti kasus narkoba. Pusiknas (Pusat Informasi Kriminal Nasional) Polri menyatakan bahwa Polri menerima 43.899 (empat puluh tiga ribu delapan ratus sembilan puluh sembilan) laporan kasus narkoba dalam 11 bulan di 2025. Angka ini menempatkan narkoba sebagai jenis kejahatan dengan laporan terbanyak kedua yang ditangani Polri sepanjang tahun.

Tak hanya sampai di situ. Kasus kenakalan remaja seperti tarung jalanan masih saja sering kita saksikan terjadi pada masyarakat kita. Dan kasus yang tidak kalah masifnya yaitu kasus korupsi yang sampai dengan ratusan triliun rupiah. Persoalan itu hampir ada di setiap sisi kehidupan bermasyarakat. Memang benar sekali firman Alah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰىهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ

“Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang dzalim.” (QS. Al-Qasas: 50).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Di manakah keimanan tatkala perilaku buruk ini terjadi begitu saja. Seakan-akan keburukan itu ringan dan tidak apa-apa. Padahal, semua akan dimintai pertanggungjawabannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Kamu pasti akan ditanya tentang apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl: 93).

Para ulama berkata, bahwa di akhirat nanti amal yang paling pertama dihisab yang hubungannya dengan Alah Subhanahu wa Ta’ala adalah sholat. Adapun yang hubungannya dengan sesama manusia adalah darah (pembunuhan).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Oleh karena itu, marilah kita menjaga diri dan keluarga kita serta masyarakat kita dari berbagai macam keburukan. Karena hakikatnya, asal muasal dari berbagai macam perilaku buruk yang terjadi di masyarakat saat ini adalah pendidikan keimanan yang kurang masif sehingga kurang berdampak pada setiap individu di dalam masyarakat kita.

Seandainya setiap orang didik untuk takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana didikan Luqmanul Hakim kepada anaknya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada shahabat-shahabatnya, serta para pengikut yang mengikuti jalannya di masa-masa kemudian, maka bisa dipastikan perilaku menyimpang akan berkurang jika tidak dikatakan hilang dari masyarakat kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Marilah kita bersama-sama, saling bergotong-royong tidak menyerah di dalam memperbaiki keadaan masyarakat kita.

  أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًااللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدِينَا، وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ولَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ،

Leave a reply

Ikuti
Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...